Ads 468x60px

Saturday, June 1, 2013

Kasus Perampokan Toko Emas Di Blitar, 3,5 Kg Emas Raib

Kasus Perampokan Toko Emas Di Blitar, 3,5 Kg Emas Raib - Perampok bersenjata tajam (sajam) beraksi di Toko Emas Sabar Jaya, Blitar, kemarin pagi (31/5). Toko emas milik Mohammad Sukardji, 59, itu berada di kawasan pasar Dusun Jarangan, Desa Boro, Kecamatan Selorejo. Akibatnya, 3,5 kilogram perhiasan emas amblas dibawa pelaku. Kerugian diperkirakan mencapai Rp 1,5 miliar. Berdasar informasi yang dihimpun koran ini, aksi tersebut terjadi Jumat (31/5) pukul 06.30. Tepatnya, saat toko emas itu mulai menjual dagangannya di etalase.

Dari arah selatan tiba-tiba datang delapan perampok yang mengendarai empat sepeda motor Suzuki Satria FU 150. Mereka langsung berhenti tepat di depan toko emas. Dengan cepat, enam pelaku turun dan merangsek ke dalam toko. Dua perampok menodongkan celurit kepada korban dan istrinya, sedangkan empat pelaku lain mengemasi seluruh perhiasan emas dari etalase.

"Saya dan istri disuruh duduk. Mereka menodongkan celurit. Kejadiannya sangat cepat, sehingga kami tidak mengenali para pelaku," ucap Sukardji.

Di depan toko, dua pelaku lain mengawasi situasi dan mengamankan eksekusi yang berlangsung sekitar lima menit. Saat itu, sebenarnya, ada warga sekitar yang hendak mencegah maupun melintas. Namun, perampok itu dengan cepat mengacungkan celuritnya.

Untuk beberapa saat, lokasi di sekitar toko emas disterilkan pelaku. Setelah beraksi, delapan perampok tersebut langsung kabur ke utara atau ke arah Gunung Kawi. Untuk mengaburkan identitasnya, mereka mengenakan helm teropong saat beraksi.

"Saat saya mengambil HP untuk telepon, salah seorang pelaku langsung menodongkan celurit," ujar Lestari Widodo, 39, salah seorang saksi.

Berdasar hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), perampok berhasil menggasak 3,5 kilogram perhiasan emas. Perinciannya, 3 kilogram perhiasan emas berkadar 70 persen dan 0,5 kilogram perhiasan berkadar 42 persen. Menurut keterangan saksi dan korban, pelaku yang mengendarai empat sepeda motor Satria FU 150 tersebut berjumlah delapan orang. Selain itu, setiap pelaku melengkapi diri dengan sajam jenis celurit.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Blitar AKBP Dirin menyatakan, pihaknya masih menyelidiki perampok itu. Begitu mendapat laporan, pihaknya segera melakukan olah TKP dan berkoordinasi dengan Polres Samping. Berdasar hasil penyelidikan, pelaku diduga merupakan kelompok lokal yang biasa beraksi di Blitar dan Malang.

"Kami masih memeriksa sejumlah saksi untuk mengetahui ciri-ciri pelaku dan bahan penyelidikan di lapangan," tuturnya. 

Sumber: http://www.jpnn.com/ (ynu/ris/jpnn/c18/bh)