Ads 468x60px

Wednesday, May 8, 2013

Kasus Penusukan Di Halte Bus Gelora Bung Karno, Senayan

Kasus Penusukan Di Halte Bus Gelora Bung Karno, Senayan - Nasib nahas menimpa Sunaryo (26) warga Kecamatan Cipari, Cilacap, Jawa Tengah. Ia menjadi korban perampokan saat menunggu kendaraan umum di sebuah halte bus di pintu I Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (7/5/2013) dini hari. Akibat kejadian ini, Sunaryo mengalami luka tusuk di bagian perut dan telinganya.

Kanitreskrim Polsek Metro Tanah Abang, Komisaris Widarto menerangkan kejadian tersebut bermula saat korban yang belerja di PT Boka Inti, baru saja pulang dari Kampungnya di Cilacap dengan menumpang bus. Dia turun bus di kawasan Semanggi. Karena tak kunjung mendapatkan kendaraan umum untuk menuju mes tempat ia bekerja di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Sunaryo memutuskan untuk beristirahat di halte bus di depan pintu I GBK, Senayan. Tepatnya di sebelah pusat perbelanjaan FX Entertaiment Jalan Sudirman.

"Ketika korban tertidur, datang dua orang pria membangunkan korban dengan menggunakan pisau lipat sambil meminta tas korban," kata Widarto di Mapolsek Metro Tanah Abang, Selasa (7/5/2013).

Sunaryo sempat melawan untuk mempertahankan harta benda yaang dimilikinya. Namun perlawanan Sunaryo sia-sia, Sunaryo pun dihujani tusukan di bagian perut sebanyak tiga kali dan telinga sebelah kiri oleh salah seorang pelaku hingga tak berdaya. Pelaku pun langsung membawa kabur tas yang dipertahankan korban tadi.

"Saat melihat korban tidak berdaya, penjahat tersebut langsung mengambil telepon genggam dan tas milik korban, lalu meninggalkan korban yang pada saat itu berlumuran darah," Ujar Widarto.

Tak lama setelah kejadian, anggota patroli lalu lintas Polda Metro Jaya melintas di lokasi kejadian dan langsung melarikan korban ke Rumah Sakit Angkatan Laut Mintohardjo, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, untuk diberikan perawatan medis.

"Kami masih melakukan penyelidikan terhadap para pelaku, dan hingga kini korban masih dirawat di RS Minthoharjo," terang Widarto.

Sumber: http://megapolitan.kompas.com/ Palupi Annisa Auliani