Ads 468x60px

Wednesday, May 29, 2013

Cara Semut Mencari Jalan Pulangnya (Semut Benteng)

Cara Semut Mencari Jalan Pulangnya (Semut Benteng) - Meskipun semut benteng Asutralia termasuk makhluk malam, akan tetapi ternyata mereka mengalami kesulitan menemukan jalan pulang ke sarangnya dalam gelap. Para ilmuwan di Australian Vision Centre (VC) menemukan bahwa semut benteng memakan waktu yang lebih lama kembali ke sarangnya pada malam hari dibandingkan ketika fajar.

“Semut benteng yang keluar dari sarang pada malam hari memiliki lensa dan fotoreseptor yang lebih besar dibandingkan kerabatnya yang keluar pada siang hari,” jelas ilmuwan dari VC dan Australian National University (ANU), Dr. Ajay Narendra.

Lensa dan fotoreseptor yang dimaksud itu diartikan sebagai syaraf yang ada pada retina berfungsi untuk mengubah cahaya masuk ke retina menjadi sinyal yang dapat menstimulasi proses biologi.

“Studi kami menunjukkan, semut banteng nocturnal akan memakan waktu yang lebih lama untuk sampai ke sumber makanan atau sarangnya di malam hari. Karena  semut ini bergantung pada objek yang ada di sekitar tanah untuk menavigasi jalannya,” lanjutnya. Demikian dikutip Phys, Selasa (28/5/2013).

Dr. Narendra juga mengungkap bahwa sebagian besar semut banteng kembali ke sarang saat fajar, tetapi 10 persen di antaranya mulai berjalan pulang saat tengah malam dan hasilnya memakan waktu yang lebih lama untuk mencapai sarangnya.

Semut banteng (Foto: Phys)

Semut banteng sangat bergantung pada objek di sekitar tanah dan langit sebagai kompas navigasinya dalam kondisi terang ataupun gelap. Dalam gelap, objek kurang begitu terlihat sehingga mereka memakan waktu lebih lama untuk menemukan jalan menuju sarangnya.

Tambahan informasi dari Wikipedia, semut banteng Australia (Myrmecia) terkenal dengan perilaku agresif dan sengatannya yang berbahaya. Racun semut ini berpotensi untuk menginduksi syok anafilaksis pada korban yang jika tidak segera ditangani dapat mematikan.

Sumber: http://techno.okezone.com/ Ayunda W Savitri (amr)