Ads 468x60px

Friday, March 8, 2013

Penipuan Bisnis Pengeleman Kantong Teh Rosela

Penipuan Bisnis Pengeleman Kantong Teh Rosela - Ratusan warga Kediri mengaku tertipu pekerjaan pengeleman benang dan kantong kemasan teh Rosela yang dilakukan PT Hadena Indonesia Cabang Kediri. Mereka terkecoh dengan iming-iming iklan selebaran yang dinilai menyesatkan. Kasus ini banyak menimpa seluruh lapisan masyarakat mulai kalangan pelajar  sampai ibu rumah tangga.  Rata-rata para konsumen mengaku kecewa setelah bergabung menjadi anggota member.

"Semula kami tertarik dengan iklan selebarannya yang menjanjikan penghasilan Rp 70.000 setelah mengelem satu kotak teh Rosela. Tapi setelah bergabung saya malah kecewa," ungkap Mikael (17) pelajar salah satu SMKN di Kota Kediri, Jawa Timur kepada Surya Online, Senin (19/11/2012).
Penipuan Bisnis Pengeleman Kantong Teh Rosela
Salah satu member

Diungkapkan Mikael, seminggu lalu dia bergabung dengan PT Hadena yang berkantor di kompleks Ruko Brawijaya, Kota Kediri sesuai selebaran yang diterimanya yakni pengeleman kantong teh Rosela. Saat datang juga diminta wawancara layaknya melamar kerja.

Karena tertarik Mikael kemudian ikut bergabung menjadi anggota member dengan membayar Rp 250.000  serta mendapatkan kartu frelance kualifikasi (FK). Kekecewaan muncul karena uang Rp 70.000 sebagaimana yang dijanjikan di awal ternyata tidak diterimanya. Uang bonus itu diganti dengan barang lagi.

"Ada puluhan teman saya yang bernasib sama, teman-teman semua kecewa dan merasa tertipu. Korbannya sudah ratusan bahkan ribuan," ungkap pelajar kelas XII.

Penuturan sama juga dikemukakan Tomo (45) warga Mojoroto yang mengaku kecewa bonus yang dijanjikan di awal ternyata tidak sesuai kenyataan. "Semula kami berharap bonusnya kami terima, tapi ternyata kami malah diberi barang lagi," tuturnya.

Untuk menjadi anggota baru diharuskan membayar pendaftaran senilai  Rp 5.000. Kemudian di awal harus menyetor dana Rp 250.000 dengan imbalan mendapatkan parfum Royal Hardena seharga Rp 200.000. Untuk mendapatkan penghasilan tambahan anggota member harus menyebarkan selebaran iklan kepada teman dan kenalannya. Jika berhasil mengajak lima anggota baru barulah statusnya naik menjadi supervisor serta mendapatkan tambahan penghasilan.

Rinciannya penghasilan itu berasal dari hasil penyebaran brosur dimana setiap brosur yang direspons mendapatkan pemasukan Rp 5.000 per lembar yang disebut komisi iklan. Penghasilan lainnya yang diterima dari anggota baru sebesar Rp 50.000 per satu anggota baru yang disebut komisi sponsor. Serta penghasilan Rp 20.000 per kotak dari sisa komisi ngelem. Dari brosur yang disebarkan penghasilan yang diperoleh anggota member bisa mencapai Rp 3 - Rp 10 juta sebulan.

Sumber: http://surabaya.tribunnews.com/