Ads 468x60px

Friday, March 29, 2013

Kereta Magnet Shanghai, Teknologi Magnetically Levitated (Maglev)

Kereta Magnet Shanghai, Teknologi Magnetically Levitated (Maglev) - Bagi sebagian orang mungkin masih asing dengan istilah kereta api magnet atau Magnetically Levitated (Maglev) atau kereta yang berjalan mengambang di atas rel magnetis. Teknologi kereta ini hanya telah dioperasikan oleh beberapa negara saja seperti Jepang, Prancis, AS, Jerman, termasuk China untuk kereta Bandara Pudong, di Shanghai.
Kereta Magnet Shanghai, Teknologi Magnetically Levitated (Maglev)
Credit Fotografer - Suhendra (Detik.com)

Nah, tim program studi banding 'Melihat China dalam Perspektif Perkeretaapian' PT Kereta Api Indonesia (KAI) juga merasakan kereta api super cepat tersebut kemarin, Rabu (20/3/2013). Bayangkan, kereta ini sejatinya bisa berlari dengan kecepatan 431 km per jam, menjadikannya sebagai salah satu kereta tercepat di dunia, bahkan pihak China mengklaim bisa ditingkatkan menjadi 700 km per jam.

Namun dengan alasan keamanan dan jarak tempuh yang pendek, kereta ini hanya dioperasikan dengan kecepatan 301 km/Jam. Dengan kecepatan itu waktu tempuh dari stasiun Longyang Road ke Bandara Pudong Shanghai yang berjarak 30 km hanya ditempuh kurang lebih 8 menit. Tim mulai berangkat dari Longyang pukul 06.45, lalu tiba di Pudong pukul 06.53 waktu Shanghai. Pada waktu tempuh 5 menit, kecepatan kereta mulai dikurangi untuk persiapan berhenti secara perlahan dari 301 km/jam menjadi 290 km/jam dan seterusnya hingga 0 km .

China sejak Desember 2002 lalu telah mengoperasikan kereta Maglev ini secara komersial dengan nama Shanghai Maglev Train (SMT). Kereta ini meluncur dengan jarak 30 km tanpa berhenti di satu stasiun pun karena langsung menuju Pudong International Airport. Hal yang menarik dari naik kereta Maglev, detikFinance merasakan sensasi berbeda dibandingkan menaiki kereta puluru atau cepat di China lainnya. Saat meluncur sesekali kereta ini seolah-olah tak stabil karena ada efek goyangan tubuh kereta yang cukup kuat. Hal ini bisa jadi karena efek mengambang dari teknologi magnet.

Kereta Maglev Shanghai dalam satu rangkaian terdiri dari 5 gerbong. Penumpang cukup membayar 50 yuan atau sekitar Rp 80.000 per orang untuk kereta yang dioperasikan oleh Shanghai Maglev Transportation Development Co.Ltd. (SMTDC).

Sumber: http://www.detik.com/(hen/dnl)