Ads 468x60px

Saturday, March 2, 2013

Kecelakaan Maut Di Raya Puncak, Cianjur, Sopir Bus Jadi Tersangka

Kecelakaan Maut Di Raya Puncak, Cianjur, Sopir Bus Jadi Tersangka - Kepolisian Resor Cianjur menetapkan sopir bus pariwisata Mustika Mega Utama, Pandi, 45 tahun, sebagai tersangka dalam kasus kecelakaan maut yang menewaskan 17 orang di Jalan Raya Puncak, Desa Ciloto Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Rabu, 27 Februari 2013.

Kepala Polres Cianjur, Ajun Komisaris Besar Agustri Heryanto, membenarkan kabar penetapan status tersangka dalam kasus kecelakaan yang terjadi di salah satu jalur blank spot itu. Tapi, kata Agustri, Pandi, warga Kampung Cibening RT 04/08 Desa Sukamulya Kecamatan Pamijahan Kabupaten Bogor tidak ditahan lantaran masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Cianjur.

"Kami menilai sopir lalai dalam mengemudi hingga menyebabkan hilangnya nyawa orang lain. Kami menetapkannya sebagai tersangka untuk mempertanggungjawabkannya," kata Agustri di Cianjur, Kamis, 28 Februari 2013.

Agustri mengatakan, dugaan sementara, kecelakaan bus maut yang juga menyebabkan 28 orang luka berat dan 20 penumpang luka ringan itu disebabkan sopir tidak mampu mengendalikan laju kendaraannya. Dia belum bisa memastikan apakah sopir mengkonsumsi narkoba atau tidak.

"Sebetulnya kami juga rutin mengecek angkutan-angkutan umum, tidak hanya saat menjelang Lebaran. Tidak hanya kendaraan, tapi juga kondisi fisik sopirnya," ujarnya.

Sampai saat ini Pandi masih tergolek di Kamar Isolasi II Ruang Samolo 1 Rumah Sakit Umum Derah Cianjur. Dia mengalami luka serius pada bagian kepalanya. Pandi merupakan satu dari 28 korban luka berat yang dirawat di RSUD Cianjur. Kecuali Pandi, seluruh korban luka berat dipindahkan ke RS Medika dan PMI Bogor atas perintah Bupati Bogor Rahmat Yassin. Di kamar itu, dua orang petugas kepolisian dari Polres Cianjur menjaga ketat Pandi.

Sumber : http://www.tempo.co/DEDEN ABDUL AZIZ