Ads 468x60px

Monday, March 11, 2013

Kasus Pencurian Komputer Di SMK YP 17-2 Kota Malang

Kasus Pencurian Komputer Di SMK YP 17-2 Kota Malang - Sekolah Menengah Kejuruan Yayasan Pendidikan (SMK YP) 17-2, Jalan Melati Kota Malang dibobol pencuri.  Pencuri mambawa kabur komputer yang digunakan praktik para siswa. Menurut kepala sekolah SMK YP 17-2, Edy Sunarko pencurian diketahui sekitar pukul 19.00 WIB. Saat itu Wakil Kepala Sekolah bidang kurikulum, Wahyono datang untuk menemui para tukang yang akan membuat ruang penjagaan.

Saat itu sebuah jendela ruangan sudah dalam keadaan jebol. Besi teralis yang melindungi jendela juga sudah copot. Wahyono yang memeriksa mendapati ruang laboratorium komputer sudah berantakan.

“Saat ketahuan kondisinya sudah berantakan dan sejumlah bekas tapak sepatu menempel di dinding,” terangnya, Senin (10/3/2013).

Saat diperiksa, lima dari enam CPU sudah hilang. Dengan empat buah monitor merek Lenovo ukuran 20 inchi juga hilang. Seluruh komputer build up dengan merek Lenovo. Pencuri meninggalkan sebuah komputer di dekat pagar sebelah dalam bersama sebuah monitor merek LG ukuran 14 inchi.

“Mungkin barang yang dibawa sudah terlalu banyak sehingga ada yang ditinggal. Kebetulan yang ditinggal yang jelek,” sambungnya.

Diakui Edy, sekolah yang dipimpinnya tidak mempunyai penjaga. Setiap hari guru terakhir pulang pukul 16.00 WIB.

“Kami ini sekolah khusus orang miskin. Sebelumnya memang belum ada alokasi untuk penjaga sekolah,” ujarnya.

Edy tidak bisa menghitung kerugian akibat pencurian tersebut. Sebab semua komputer yang dicuri merupakan sumbangan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2012. Bantuan tersebut bagian dari komitmen SMK YP 17-2 sebagai sekolah warga miskin. Sekolah ini mempunyai jurusan Pemasaran dan Teknik Komputer Jaringanm  (TKJ). Untuk sekolah di SMK YP 17-2 seluruh siswa tidak dikenakan pungutan sama sekali. Bahkan seragam sekolah dibantu oleh pemerintah.

“Sudah empat tahun kami menggratiskan semua biaya sekolah. Kalau kami memungut iuran justru kami yang akan dihukum,” tegasnya.

SMK YP 17-2 saat ini mempunyai 78 siswa dari kelas satu hingga kelas tiga. Paska pencurian kini sekolah kebingungan . sebab kini tidak ada lagi komputer untuk praktik para siswa. Edy telah melaporkan pencurian ini ke Polsek Lowokwaru, Kota Malang. Edy juga akan melaporkan pencurian ini ke Dinas Pendidikan. Edy berharap ada komputer pengganti sehingga pelajaran para siswa tidak terganggu.

Sumber: http://surabaya.tribunnews.com/