Ads 468x60px

Saturday, March 30, 2013

Kasus Pembunuhan Siswi SMK PGRI Singosari, Jasad Dibuang Di Tempat Latihan Kodam V/Brawijaya

Kasus Pembunuhan Siswi SMK PGRI Singosari, Jasad Dibuang Di Tempat Latihan Kodam V/Brawijaya - Dinyatakan hilang selama 22 hari, seorang gadis asal Dusun Morotanjek, Desa Purwoasri, Singosari, ditemukan hanya tinggal jadi kerangka di dasar jurang Pegunungan Ringgit, Dusun Ngandeng, Desa Sidodadi, Lawang, Rabu (27/3) siang. Itupun dengan kondisi tidak utuh dan berserakan di areal latihan militer Kodam V/ Brawijaya tersebut. Diduga kuat, dia jadi korban pembunuhan yang jasadnya dibuang di tempat itu.

Korban diketahui bernama Cahyani Elis Susanti, 16 tahun. Identitas siswi kelas X SMK PGRI Singosari ini, terungkap dari barang-barang yang ditemukan di sekitar tengkoraknya. Yakni ponsel merek Cross, jaket berpenutup kepala warna abu-abu, pakaian dalam, pakaian berwarna krem bergaris hitam dan celana ¾ warna biru (berita selengkapnya di halaman Metro).

Kapolsek Lawang, Kompol Eko Suminto menjelaskan, Jiono, ayah korbanlah yang memastikan identitas kerangka itu, saat disimpan di kamar jenazah RSSA Malang. Keyakinan bahwa itu kerangka adalah Yani, panggilan korban juga diperkuat oleh nomor yang ada di dalam ponsel itu.

‘’Ponsel itu tidak tergeletak di tanah, melainkan tersimpan di celana korban. Setelah dicocokkan nomornya, kemudian melihat HP itu  juga ada wajah korban, orang tuanya pun lebih yakin lagi,” terangnya.

Menurut dia, kasus ini menjadi atensi khusus jajarannya yang diback up Satreskrim Polres Malang. Dijelaskan Eko, kerangka Yani ini kali pertama ditemukan oleh tiga warga Dusun Krajan, Desa Sidodadi, Lawang, yakni Ponari, 55 tahun, Sodiq, 55 tahun dan Ngatemin, 50 tahun. Sekitar pukul 13.00, mereka yang sedang mencari rumput, kaget ketika melihat ada tulang belulang dan tengkorak wanita berserakan di dasar jurang sedalam 20 meter.

Setelah memastikan bahwa tengkorak itu mayat manusia, mereka pun memberitahukannya kepada perangkat desa dan petugas Polsek Lawang. Bersama warga, polisi kemudian mendatangi lokasi dan mengumpulkan kerangka ini dan barang-barang yang ada di tempat tersebut. Namun karena kondisi yang mulai gelap dan kondisi jurang yang sangat membahayakan, pencarian dihentikan. Evakuasi korban selesai dilakukan sekitar pukul 18.00. 

“Sebetulnya sebelum ditemukan kerangka ini, sekitar sebulan lalu mereka bertiga sudah mencium bau busuk. Namun mereka mengira kalau bau itu adalah bangkai hewan yang mati,” tambah Kaur Umum Desa Sidodadi, Supriono.

Polisi pun melakukan penelusuran dengan mencari data orang hilang yang sudah dilaporkan ke Polsek Lawang dan Polres Malang. Hasilnya, didapat berkas Yani yang dilaporkan hilang. Malam itu juga, keluarga Yani pun dihubungi untuk melihat kerangka yang disimpan di kamar mayat RSSA Malang.

Sementara itu, untuk lebih menguatkan dugaan pembunuhan itu, polisi kembali melakukan olah TKP kemarin di lokasi penemuan kerangka dibantu anggota SAR PMI Kabupaten Malang. Bahkan, Kasatreskrim Polres Malang, AKP Decky Hermansyah juga turun langsung ke tempat tersebut, memimpin anak buahnya untuk mencari petunjuk lain dan tulang korban yang diperkirakan masih tertinggal.

Setelah beberapa jam melakukan penyisiran, petugas berhasil mengumpulkan beberapa bagian jasad korban. Diantaranya potongan tulang yang sudah mengering, kuku tangan serta rambut. Petugas juga menemukan bercak darah di dinding atas jurang. Diindikasi jarah yang sudah mengering itu adalah darah korban.

“Olah TKP ulang ini tujuannya selain mencari beberapa tulang korban yang berserakan, juga mencari tahu apakah ada jasad manusia lagi. Tetapi setelah kita sisir tadi sudah tidak ada lagi. Kesimpulannya hanya ada satu jazad manusia,” kata Decky.

Namun dia mengaku belum tahu siapa pelaku pembunuhan itu, meski sudah mengarah kepada satu nama, yakni Handoko, teman dekat korban yang kini juga menghilang.

“Masih kami dalami dan diselidiki lebih intensif. Termasuk mengumpulkan bukti tambahan dan saksi-saksi,” tegasnya. (agp/mar)

Sumber: http://www.malang-post.com/