Ads 468x60px

Wednesday, March 20, 2013

Kasus Pembunuhan Di Desa Sungai Pinang, Padang Pariaman, Isti Tebas Suami Sampai Tewas

Kasus Pembunuhan Di Desa Sungai Pinang, Padang Pariaman, Isti Tebas Suami Sampai Tewas - Seorang warga Desa Sungai Pinang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Rosma*** (48), nekat membunuh suaminya, Nurd*** (55), karena sakit hati dan cemburu.     Rosma*** asal Kabupaten Pesisir Selatan itu nekat membunuh suaminya dengan senjata tajam di rumahnya sendiri, kata Kepala Unit Reskrim Polsek Batang Anai Iptu Anton Rompas di Padang Pariaman, Selasa (19/3/2013). Berdasarkan pengakuan tersangka, katanya, kasus pembunuhan itu diduga dilatarbelakangi rasa sakit hati dan perasaan cemburu tersangka terhadap suaminya.

"Tersangka merasa tidak mendapatkan nafkah yang layak sebagai seorang istri selama hampir tiga bulan," katanya.

Anton menjelaskan, perasaan marah tersangka terhadap suaminya semakin memuncak ketika tersangka mendapati suaminya menyimpan uang dalam jumlah yang cukup banyak. Tersangka menduga, keberadaan uang tersebut akan digunakan suaminya untuk kawin lagi dengan wanita lain.  

"Pada malam sebelum kejadian diduga antara keduanya sempat terlibat pertengkaran," katanya.   

Puncaknya pada Selasa pagi berlanjut pada penganiayaan yang dilakukan tersangka terhadap Nurd***, warga Kabupaten Tanah Datar itu, hingga membuatnya tewas sebelum berangkat kerja sebagai sopir angkot. Rosma*** menebas leher Nurd*** dengan parang hingga nyaris putus, kemudian membacoknya berkali-kali di sekujur tubuh.

Mengetahui kejadian itu, warga langsung berbondong-bondong mendatangi rumah korban dan selanjutnya melaporkan kejadian tersebut kepada petugas kepolisian. Kemudian korban langsung dibawa ke puskesmas terdekat untuk menjalani proses visum, sementara tersangka berikut seluruh barang bukti langsung diamankan petugas dan digelandang ke Mapolsek Batang Anai.   

Barang bukti berupa parang yang digunakan tersangka untuk menghabisi nyawa korban berikut pakaian milik korban dan uang milik korban senilai Rp 5,7 juta juga telah diamankan petugas untuk keperluan penyelidikan lebih jauh. Sementara itu, Rosma*** mengaku hanya bisa pasrah atas perbuatan yang mengakibatkan hilangnya nyawa suaminya itu. Menurut Rosma***, dirinya sangat sakit hati terhadap suaminya, karena setiap kali dimintai uang selalu tidak diberikan sedangkan untuk perempuan lain pasti diberikan.

Sumber : Antara, Farid Assifa, http://www.kompas.com