Ads 468x60px

Thursday, March 14, 2013

Kasus Pembunuhan Di Apartemen Green Park View, Cengkareng

Kasus Pembunuhan Di Apartemen Green Park View, Cengkareng - Tewasnya Wa**dya (25) yang diotaki gigolonya sendiri, Erlangga (27), rupanya berlatar belakang sakit hati. Erlangga merasa kesal karena Wanudya sering mengatainya dengan kata-kata tak pantas.

"Motif pembunuhannya sakit hati. Pengakuan EB (Erlangga,Red), dia merasa sakit hati karena korban sering mengeluarkan kata-kata kasar kepadanya," bilang Komisaris Besar Toni Hermanto, Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya, kepada wartawan, Kamis (14/3/2013).

Kata-kata kasar yang dimaksud Toni, sesuai keterangan Erlangga, adalah bahasa hutan.

"Seperti mengatai anjing, babi, atau yang lainnya," katanya.

Namun, lanjut Toni, belum didapat keterangan mengapa Wa**dya sering mengatai Erlangga dengan kata-kata kasar.

"Dia ini kan gigolo. Makanya kita juga masih mengembangkan. Yang jelas, yang bersangkutan setelah melakukan tugasnya, mungkin korban merasa tidak puas, lalu mengata-ngatai pelaku. Makanya dia (Erlangga,Red) sakit hati," terangnya.

Karena merasa sakit hati itulah, ucap Toni, sang gigolo kemudian mengajak Arfan (29), seorang tukang servis AC yang sering bekerja di Apartemen Green Park View, untuk menghabisi nyawa Wanudya. Seperti diketahui, Wanudya ditemukan tewas di salah satu kamar Apartemen Green Park View, Tower F lantai 11, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (13/3/2013) sekira pukul 15.30 WIB. Yang menemukan jasad korban pertama kali adalah Nanang Santoso, petugas sekuriti apartemen tersebut.

Sumber: http://www.tribunnews.com/