Ads 468x60px

Saturday, February 2, 2013

Misteri Segitiga Bermuda Di Majene Sulawesi Barat

Misteri Segitiga Bermuda Di Majene Sulawesi Barat - Majene seringkali disebut-sebut sebagai “Segitiga Bermuda”-nya Indonesia. Sebuah peristiwa jatuhnya pesawat Adam Air di tahun 2007 hingga kini melekat erat dengan Majene, kabupaten di Sulawesi Barat.
Misteri Segitiga Bermuda Di Majene Sulawesi barat



“Teluk Mandar ini konon seperti Segitiga Bermuda. Sudah banyak korbannya. Kapal sering tenggalam. Beberapa hari yang lalu ada orang yang hilang di teluk itu,” kata Muhammad Dardi saat ditemui pada awal September 2012 yang lalu. 

Saya pun bertanya di mana Teluk Mandar yang ia maksud. Dardi menunjuk laut tepat di depan kami. Lautan biru yang dipandang dari Pantai Batu Raja Apoang tampak tenang dan memesona. Siapa sangka, di lautan cantik itu menyimpan penuh misteri.

“Ada rencana akan dibangun Monumen Adam Air untuk tempat mengenang dan tabur bunga. Dibangun nanti awal 2013,” tutur Dardi yang pernah menjadi lurah di Desa Bukit Samang.

Pantai Batu Raja berada di Desa Bukit Samang, Kecamatan Sendana. Sangat mudah menemukan Pantai Batu Raja Apoang ini. Perjalanan menuju Majene, kabupaten di Sulawesi Barat, melalui Mamuju, biasanya akan melewati jalan raya di tepian Pantai Batu Raja Apoang.  Mamuju sebagai ibukota Provinsi Sulawesi Barat memiliki Bandara Tampa Padang sebagai satu-satunya bandar di provinsi tersebut. Inilah satu-satunya akses masuk melalui jalur udara bagi wisatawan yang hendak ke Majene.

Misteri Segitiga Bermuda Di Majene Sulawesi Barat

Perjalanan selanjutnya harus ditempuh melalui darat, yaitu dari Bandara Tampa Padang ke Majene dengan waktu tempuh sekitar tiga jam. Sebagai daerah yang sering dilewati, Pantai Batu Raja Apoang kini menjadi salah satu tujuan wisata kuliner. Walaupun kuliner yang ditawarkan tak banyak, hanya sekedar mi rebus, lontong, telur rebus, dan es kelapa muda. Menurut Dardi, ia dan beberapa penduduk setempat mengawali pembuatan warung-warung pinggir jalan.

Warung-warung sederhana ini memang lebih cocok disebut sebagai warung untuk beristirahat. Karena perjalanan darat memakan waktu hingga tiga jam, bolehlah meluruskan kaki sejenak dengan bersantai di warung-warung ini.  Sambil menegak es kelapa muda dan menatap birunya laut, kisah dari Dardi berlanjut. Di salah satu bagian pantai, cerita Dardi, terdapat fosil kaki manusia raksasa. Inilah salah satu alasan mengapa pantai tersebut disebut “Pantai Batu Raja”.

“Kalau air lagi surut, baru terlihat ada jejak kaki yang besar ,” tuturnya. 

Seakan kisah tentang Teluk Mandar yang disebut-sebut menjadi bagian dari “Segitiga Bermuda”-nya Indonesia belum cukup, jejak kaki raksasa makin menambah misteri pantai ini. Walaupun ada banyak penjelasan ilmiah yang menjelaskan mengenai kawasan Teluk Mandar, namun misteri seakan menambah daya tarik lautan Majene.

Sumber : kadek, KOMPAS.COM
Foto ilustrasi : http://v1olet.blogspot.com, http://luphy-cuby.blogspot.com