Ads 468x60px

Wednesday, February 20, 2013

Korban Pembunuhan Di Tasikmalaya Dikubur Di Pantai

Korban Pembunuhan Di Tasikmalaya Dikubur Di Pantai - Mengaku karena cemburu, H*di (26), warga Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya membunuh S*li (40), pacarnya di Asrama Nyantong, Paledang, Tawang, Kota Tasik Minggu (10/2).Dia memukul sang kekasih bermata sipit itu menggunakan besi dan mencekiknya. Selang sehari, H*di membawa jasad sang pacar dari Kota Tasik ke tepi Pantai Cipatujah sejauh 74 kilometer. Pria kurus itu pun menguburkan jasad janda beranak dua itu di pinggir laut Cipatujah.

Secerdik-cerdiknya H*di menyembunyikan pembunuhan S*li, Satuan Reskrim Polres Tasikmalaya Kota memang lebih cerdik. Delapan hari setelah pria itu menghabisi S*li, Senin (18/2) malam, korps busur panah berhasil mengungkap perbuatan pemuda kurus itu. H*di yang sudah ditahan karena kasus penipuan, saat itu, mengaku telah menghabisi sang pacar karena cemburu.

Polisi kemudian bergerak cepat. Mereka membongkar kuburan S*li. Selasa (19/2) sore jasad S*li pun sudah diotopsi di RSUD Kota Tasikmalaya.

Sebelum kapolres memberikan jawaban seputar hasil otopsi jasad S*li, di Mapolres Tasikmalaya Kota, kemarin, H*di mengaku membunuh S*li di di Jalan Asrama Nyantong Kampung Paledang Kelurahan Kahuripan Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya atau rumah S*li.

Sebelum membunuh, dia dan sang kekasih cekcok. Penyebabnya, H*di cemburu karena korban menceritakan mantan pacarnya. Dari situ, timbul kecemburuan dalam diri H*di Dia membunuh korban karena sangat mencintai S*li.

”Makanya saya berbuat seperti itu, karena saking cemburunya. Beberapa kali korban ketemuan dan bicarakan mantan-mantannya,” terangnya.

Dikatakannya, setelah pertengkaran itu, korban dan dirinya saling cekik hingga korban dipukul menggunakan besi olehnya.

”Saya pukul pakai besi. Tidak meninggal, tapi S*li sempat berusaha melawan. Tapi akhirnya saya cekik lagi hingga akhirnya tewas,” akunya. ”Kira-kira kejadiannya sekitar jam 23.00 atau jam 00.00 lah,” katanya.

Mengetahui itu, H*di membawa jasad S*li ke lantai dua. Di sana korban dibaringkan di tempat tidur. Sementara, dia kembali lagi ke lantai bawah. Dia membersihkan sisa darah yang. Setelah dirasa bersih, sekitar pukul 04.30, Senin (11/2) H*di keluar rumah menggunakan motor metik milik S*li. Sementara jasad korban dibiarkan di TKP.

”Saya langsung ke kosan teman di sekitar rumah sakit,” akunya.

Tak hanya motor, barang-barang korban yang lain pun seperti handphone dan barang elektronik lainnya pun dibawa.

”Saya bawa barang-barangnya tadinya untuk menghilangkan jejak,” akunya.

Baru, sekitar Selasa (12/2) subuh, tersangka kembali lagi ke rumah korban. Dia menggunakan mobil rentalan.

”Saya bungkus (jasad S*li, red) pakai sprei dan saya angkat ke mobil,” terangnya.

Setelah itu, korban dibawa ke wilayah Cikijang Desa Cipatujah Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya. Tersangka pun mengubur korban di pinggir pantai di wilayah itu. Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Iwan Imam Susilo SIK, MH mengatakan terungkapnya kasus pembunuhan tersebut berawal dari laporan keluarga. Keluarga saat itu mengaku telah kehilangan S*li selama tiga hari.

”Kemudian dari kepolisian melakukan pengembangan dan berdasarkan informasi dari keluarga korban, korban sendiri memiliki hubungan dengan seorang lelaki yang bernama H*di. Mereka ada hubungan asmara,” ujarnya, Selasa (19/2).

Selanjutnya, dilakukan penyelidikan. Kebetulan, tersangka sebelumnya memiliki persoalan kaitannya dengan penipuan. Setelah diinterogasi, akhirnya terungkap.

”Terkait kehilangan korban ternyata dilakukan tersangka. Setelah diinterogasi tersangka mengaku korban telah dibunuh dan barang-barangnya diambil dan mayatnya dikubur di tempat yang cukup jauh,” katanya.

Dikatakannya, berdasarkan keterangan tersangka kepada petugas pembunuhan berawal dari cekcok. Diduga masalah asmara. Setelah itu, kemudian korban dicekik sementara korban membalas dengan mencakar tersangka.

Sumber : http://www.jpnn.com/