Ads 468x60px

Saturday, January 26, 2013

Tempat Angker Dan Misteri Loji Lama Freemason Medan

Tempat Angker Dan Misteri Bekas Loji Freemason Medan - Sejumlah bangunan tua masih berdiri kokoh di Kota Medan. Salah satu di antaranya ternyata merupakan loji/loge atau tempat komunitas freemason berkumpul dan menggelar ritual. Freemasonry adalah perkumpulan atau organisasi rahasia yang bermula sejak akhir abad ke-16 hingga kini. Mereka mengklaim mengajarkan sekularisme, kebebasan berpikir, dan antidogma. Sementara itu, kaum agama menganggapnya sesat.
Tempat Angker Dan Misteri Loji Freemason Medan

Tak banyak warga Medan menyadari keberadaan bekas Loge Deli atau Loge Nummer 70 itu. Sedikit pula yang menyadari bekas markas freemason di Medan ini sudah menjadi kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Medan di Jalan HM Yamin No 40 Medan. Bangunan ini dibangun pada abad ke-19. Gedung berpilar itu bersebelahan dengan kantor Deli Spoorweg Maatschappij (DSM) atau Maskapai Kereta Api Deli. Pada prasasti yang dibuat Pemerintah Kota Medan di bagian depan kantor hanya disebutkan bahwa gedung itu dibangun sebagai vila DSM.

"Ini memang gedung lama, tapi tidak tahu gedung apa ini dulunya. Tapi aku merinding waktu mengecatnya, terutama pas bagian atas," kata Anto, seorang tukang yang sedang melakukan pengecatan gedung itu.

Kisah gedung itu sedikit terkuak ketika merdeka.com masuk dari pintu depan. Tepat di bawah plafon  terlihat relief tak biasa, yaitu kepala manusia dengan sayap merentang.

"Iya dulu bangunan ini memang tempat pemujaan begitu, ada altarnya. Setelah itu, kabarnya setelah dilarang pada 1960-an, pernah jadi laboratorium Fakultas Kedokteran USU. Kalau saya tidak salah pernah juga dihuni satu keluarga, sebelum akhirnya menjadi kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Medan sekitar 1992," kata Sri Indriyani (48), pegawai Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, kepada merdeka.com, Jumat (22/6).

Dia pun menunjukkan aula gedung. Di tempat yang luasnya sedikit lebih besar dari lapangan badminton ini juga terdapat ornamen kepala bersayap. "Dulu sebelum dipasang keramik, waktu masih tegel, kita masih bisa lihat ornamen seperti kepala manusia gitu," ucapnya. Di ruangan itu juga terdapat tempat yang lantainya lebih tinggi. "Mungkin di situ tempat orang bernyanyi atau apa," sebut Sri.

Perempuan ini pun menceritakan kisah seram dari bekas markas freemasonry ini. Meski tidak pernah melihat sendiri, dia menceritakan, teman-temannya pernah melihat perempuan berpakaian seperti biarawati lewat di lorong gedung itu. Teman-temannya juga pernah mendengar suara koor. Suaranya terdengar dari rendah sampai tinggi. Penampakan atau suara-suara itu didengar saat magrib.

Seorang teman Sri yang sedang mengetik juga pernah merasa seorang anak berwajah bule sedang memandanginya dari belakang. "Pas dia menoleh, nggak ada apa-apa. Dia merasa lagi, dilihat lagi, nggak ada. Pas ketiga kali, dia lihat lagi, ternyata ada. Dia langsung lari," cerita Sri. Meski tidak pernah mengalami langsung kejadian aneh, perempuan ini terkadang merasa seram bekerja di gedung itu. "Namanya juga gedung tua, agak aneh memang, kadang kita merinding. Untungnya sekarang jumlah pegawai sudah lebih ramai di sini," pungkasnya.

Sumber : Merdeka.com
Foto (Ilustrasi) : freemasonsfordummies.blogspot.com